6 Cara Menyimpan ASI Perah Yang Benar Supaya Awet Segar dan Terjaga Kualitasnya

Meski menyusui bukanlah proses yang mudah, namun pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan merupakan dambaan setiap ibu. Tidak hanya tentang menyusui dan memompa secara langsung, tetapi ibu harus belajar tentang memerah ASI dan cara menyimpannya. Sangat penting bagi ibu bekerja untuk memberikan ASI saat si kecil ditinggal.

cara menyimpan asi perah yang benar supaya awet segar dan terjaga kualitasnya

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ASI mengandung lebih sedikit bakteri dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan bakteri. Oleh karena itu, penyimpanan ASI yang tepat merupakan kunci utama untuk menjaga kualitas ASI. Terus bagaimanakah cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar? Simak terus dan baca sampai selesai ulasan berikut.

Cara menyimpan ASI Perah yanag Baik dan Benar

1. Simpan ASI pada suhu kamar selama 3-4 jam jangan lebih!

ASI yang baru diperah harus disimpan pada suhu kamar sekitar 10-29°C. Umur simpan ASI yang disimpan pada suhu ruangan dipengaruhi oleh tingkat higienis, kebersihan dan teknik pemerasan ASI, serta perbedaan suhu ruangan. Suhu ruangan yang hangat mempengaruhi pertumbuhan bakteri dalam ASI perah. Pada suhu kamar 27°C hingga 32°C, ASI dapat bertahan selama 3-4 jam. Sedangkan pada lingkungan yang higienis pada suhu ruangan rendah, ASI perah dapat bertahan kurang lebih 6-8 jam.

2. Untuk masa simpan yang lebih lama, simpan ASI Perah pada lemari es

Apabila ingin menyimpan ASI dalam waktu lama, simpan ASI Perah pada lemari es dengan suhu 15 derajat Celcius. Pada suhu lemari es tersebut, ASI mampu bertahan selama 24 jam. Hal ini dikarenakan jumlah bakteri yang tumbuh sangat sedikit.

cara menyimpan asi perah pada lemari es

Bisa juga menyimpan ASI pada bagian lemari es yang memiliki suhu 4 derajat Celcius. Misalnya pada bagian freezer yang ada di kulkas atau rak rak yang berada di bawah freezer kulkas. ASI yang disimpan pada suhu 4°C, bisa bertahan hingga sampai dengan 48-72 jam.

3. Simpan ASI di Freezer selama 3 bulan

Telah terbukti bahwa ASI yang dibekukan di dalam freezer pada suhu -20 derajat Celcius, bisa bertahan dan aman untuk setidaknya 3 bulan. Semua Nutrisi ASI seperti vitamin A, E, B, protein, lemak, enzim, laktosa, imunoglobulin, lisozim dan laktoferin tetap bertahan.

Tidak ada pertumbuhan bakteri pada ASI yang dibekukan setidaknya selama 6 minggu. Untuk hasil terbaik, cara menyimpan ASI Perah dengan freezer, adalah dengan tidak sering membuka dan menutup pintu freezer. Karena hal itu bisa mempengaruhi stabilitas suhu didalam freezer.

cara menyimpan asi perah pada freezer

Selain itu, pastikan wadah yang digunakan untuk menyimpan asi perah di dalam freezer tertutup rapat, untuk menghindari resiko terjadinya kontaminasi.

Freezer untuk menyimpan ASI yang biasanya disebut dengan freezer ASI, lebih jarang ditemui jika dibandingkan dengan freezer box. Karena penggunaannya hanya ketika ada ibu menyusui. Ibaratnya kalau harus beli, hanya bisa dipakai setidaknya 9 bulan sampai dengan paling lama 2tahun (program asi eksklusif).

Oleh karena itu kami dari sewafreezerbox.com, hadir untuk memberiakan solusi kepada ibu menyusui, terutama bagi ibu menyusi yang sibuk dengan pekerjaannya tetapi ingin selalu bisa memberikan ASI kepada sang buah hati tercinta.

Kami memberikan layanan sewa freezer asisewa freezer asi dengan durasi sewa sesuai kebutuhan dan dengan harga sewa yang murah. Jadi jika membutuhkan freezer asi, saat ini tidak perlu beli, sewa saja. Untuk informasi layanan sewa freezer asi dari kami bisa kontak kami dengan klik disini.

4. Bagilah ASI dan Tempatkan pada beberapa wadah

Salah satu cara menyimpan asi perah yang tepat pada lemari es atau freezer adalah dengan menyimpannya pada wadah-wadah kecil seperti botol atau plastik khusus untuk menyimpan ASI, yang kapasitasnya tidak terlalu besar, yaitu 60 hingga 100 ml.

Tujuannya agar pada saat memberikan ASI lebih gampang, karena bayi tidak minum ASI dalam jumlah banyak untuk sekali minum. Dan jika ASI yang diminum tidak habis, maka ASI asi yang terbuang tidak banyak, karena memang, asi beku yang sudah dicairkan tidak bisa disimpan lagi dan harus segera dibuang.

Itulah kenapa, cara menyimpan asi perah menggunakan botol asi kecil sangat dianjurkan.

Yang juga perlu diperhatikan adalah saat mengisi botol yang digunakan untuk menyimpan ASI, yaitu jangan diisi sampai penuh. Ini dilakukan untuk mencegah ASI mengembang saat dingin.

5. Berikan label pada botol penyimpanan

Memberikan label pada botol penyimpanan wajib dilakukan, karena ibu menyimpan asi perah menggunakan beberapa botol dan kemungkinan waktu ibu memerah asi juga tidak bersamaan.

cara menyimpan asi perah harus diberikan label

Hal ini dilakukan agar nantinya ibu bisa mengetahui botol mana saja yang yang sudah disimpan lebih awal. Sebaiknya ASI perah yang sudah lebih awal disimpan, diberikan ke anak terlebih dahulu.

6. Jangan Langsung Mencampur ASI Baru dengan ASI yang telah Beku

Sebaiknya dipisahkan antara ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah lebih dahulu dibekukan. Ada baiknya ASI yang baru diperah sebaiknya didinginkan dulu di lemari es dengan suhu 0°C, sebelum dibekukan pada freezer yang memiliki suhu -25°C.

Hal ini dikarenakan agar ASI perah tidak mengalami pendinginan dalam waktu yang sangat cepat, karena pada dasarnya ASI itu hangat. Selain itu, pemisahan ini juga memudahkan pemberian ASI kepada bayi, karena bisa memberikan ASI yang sudah lebih lama disimpan dengan lebih mudah.

Cara menyajikan ASI yang diperah dengan baik dan benar

Setelah mengetahui cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, ibu perlu mengetahui cara menyajikan ASI yang baik dan benar agar si bayi bisa mendapatkan semua nutrisi ASI saat meminumnya.

1. ASI yang Disimpan di Lemari Es Cukup Rendam botol ASI menggunakan air hangat

Ini dilakukan jika ASI perah disimpan di lemari es atau kulkas bukan ASI yang disimpan freezer.

cara mencairkan asi perah dengan direndam dengan air hangat

Asi yang disimpan di lemari es biasanya tidak beku dan hanya dalam kondisi dingin saja. Oleh karena itu sebelum diberikan kepada bayi, ibu harus menghangatkan ASI terlebih dahulu.

Cara terbaik untuk menghangatkan ASI dingin adalah dengan menggunakan air hangat. Tempatkan sebotol ASI dalam semangkuk air hangat, tunggu beberapa saat sambil dicek sacara berkala. Kemudian setelah Ibu memastikan bahwa suhu ASI sudah cukup hangat, bisa diberikan kepada bayi.

2. ASI Beku harus Diletakkan Pada Air Mengalir

Untuk mencairkan ASI beku yang disimpan didalam freezer, bisa menggunakan 2 metode berikut ini.

mencairkan asi perah dengan air kran atau air mengalir
  • Pindahkan botol asi yang akan diberikan ke bayi dari Freezer ke kulkas, dan diamkan selama sekitar 4 jam sampai asi yang didalam botol mencair. Kemudian bisa dihangatkan kembali menggunakan air hangat sesuai dengan cara nomor 1 diatas.
  • Pastikan botol ASI tertutup rapat, kemudian siram dengan kran. Setelah mulai mencair, botol bisa direndam di air hangat sesuai dengan cara nomor 1. Dengan cara ini bisa lebih cepat memberikan ASI kepada bayi

3. Dilarang mendiamkan ASI pada suhu kamar atau memanaskannya dengan microwave

ASI Perah yang sudah disimpan atau dibekukan, seringkali memiliki bau dan rasa yang berbeda dari ASI segar. Ini dikarenakan aktivitas lipase, enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak. Pemecahan lemak ini sangat membantu bayi dalam mencerna ASI, terutama untuk bayi prematur.

Jangan memanaskan ASI dalam microwave di atas 40 derajat Celcius, karena itu suhu ekstrim untuk ASI yang dapat menyebabkan hilangnya enzim.

dilarang mencairkan atau menghangatkan asi perah yang telah disimpan dengan microwave

Hindari juga mencairkan ASI dengan membiarkannya atau mendiamkannya pada suhu kamar, apalagi di tempat terbuka, misalnya di atas meja. Hal ini sangat beresiko karena dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam ASI.

4. Berikan ASI pada bayi menggunakan sendok atau cup feeder

Ini lebih kepada saran saja, karena juga melihat waktu dan kondisi ibu serta bayi saat ASI diberikan.

Untuk bayi yang udah terbiasa menggunakan dot, maka sah-sah saja untuk memberikan ASI menggunakan dot, karena yang terpenting adalah bayi bisa mengonsumsi ASI dengan baik.

Akan tetapi beda halnya jika ibu menginginkan bayi tetap menyusu langsung kepada ibu, maka tidak dianjurkan memberikan ASI menggunakan dot dan lebih baik menggunakan sendok atau cup feeder.

Menggunakan dot untuk memberikan ASI bisa membuat bayi mengalami kondisi yang disebut bingung puting. Ini merupakan kondisi dimana bayi tidak mau atau tidak bisa menyusu secara langsung.

Bayi tidak bisa menyusu langsung karena adanya perbedaan cara menyusu. Jika menggunakan dot, air susu lebih mudah keluar daripada menyusu langsung, yang mengharuskan bayi mengeluarkan sedikit tenaga untuk mengeluarkan ASI. Yang akhirnya membuat bayi lebih nyaman menggunakan dot daripada menyusu langsung.

Oleh karena itu, jika ibu menginginkan bayi tetap menyusu langsung, maka gunakan sendok atau cup feader, tetapi jika ibu merasa pakai dot tidak apa-apa maka memberikan asi bisa menggunakan dot.

Demikian ulasan tentang 6 cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, sehingga ASI bisa awet, dan kualitasnya tetap terjaga. Semoga bermanfaat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tanyakan apa saja mengenai sewa freezer. Kami akan jelaskan sedetail-detailnya

Nama Lengkap

Kota

Sewa freezer untuk


Top